Jumat, 20 April 2012

" PUISI "


Puisi 1
Aku memang tak sendiri melewati hari2 q…
Dan aq juga tak kesepian mengarungi malam2 q…
Tapi taukah dirimu hati q benar2 sepi tanpa hatimu d sini…
Banyak cinta lain yang datang dan pergi..
Tapi entah mengapa.. dirimu slalu ada dalam hati dan pikiran q..
Hati ini merindukan indah cinta yang pernah qta rasakan..
Tubuh ini membutuhkan dekapan hangat dirimu..
Taukah dirimu tubuh ini bagaikan raga kosong tak bernyawa ketika kau tinggalkan..
Raga yang rapuh dan takkan mungkin kembali bersinar…
Raga yang lemah dan terhempas k dalam jurang kepedihan yang tak berdasar…
Aq masih mencintaimu… masih membutuhkanmu…
Aq benar2 ingin kembali bersamamu…. Seperti hari kemarin…
Dan aq akan slalu menanti dirimu hingga tiba waktu q…
Puisi 2
Cinta Engkau Bagaikan Embun Pagi Yang Menyejukan Hati Ini
Cinta Engkau Bagaikan Sinar Mentari Yang Menerangi Hati Ini
Cinta Ku Mohon Janganlah Engkau Berpaling Dari Diriku
Cinta Engkaulah Jantung Dari Hidupku Yang Fana ini
Kini Cinta Itu T’lah Pergi Meninggalkan Diriku Dan Mimpi – Mimpiku
Cinta itu Pergi Karena Kesalahan yan T’lah Ku Perbuat
Akankah Cinta Itu Akan Kembali Padaku?
Kini Hanya Serpihan Penyesalan Yang Tersisa Dari Sisa Hidupku Yang Singkat Ini
Kini Ku Hanya Bisa Berharap Tuhan Akan Memberikan Kesempatan Untuk Menyayanginya Sekali Lagi Dalam Hidupku
Kini ku Hanya Bisa Berdoa Agar Dia Selalu Dalam Perlindungan Dan Karunia Sang Pencipta
Sampai Waktu Ku Untuk Hidup T’lah Habis Tak Akan Ada yang Bisa Mengganti Dirinya Dihatiku
Sampai Nafas Terakhirku Berhembus Hanya Cinta Dan Namanyalah Yang Akan Tetap Menghuni Tahta Terindah Dalam Hatiku Yang Terdalam
Puisi 3
Masih kuingat jelas janjimu
Dan raut wajahmu yang smakin jelas
Aq tak pernah bs melupakan
Indah cinta yg pernah aq rasakan
masih kurasa jelas dekapanmu
dan belaian lembut jari tanganmu
aq tak pernah bisa mengulang
hangat cinta yang pernah aq alami
Mengapa kau tinggalkan diri ini sendiri
Dalam bimbangnya hati yg sepi?
mungkinkah engkau kembali
Memeluk q, mendekap q
Dan lalui romansa indah qta berdua…
seperti waktu yang tlah lalu
Puisi 4
senyum mu yg slalu ku ingat
wajah mu yg bulat
bibir mu yg mengoda
& rambut mu yg menawan
seakan slalu ku bawa ke mimpi
setiap hari
setiap detik
setiap ku berlari
ingin ku bertemu lagi
dengan kau kekasih
pujaan hati
idaman tiap lelaki
ku tahu kau juga merindu ku
menutup mata & menahan pilu
biarkan ku di sini dulu
tuk mencari sesuatu
nanti kan lah kedatangan ku
ku kan datang kepadamu
jangan terlalu menghawatirkan ku
karna ku pasti akan kembali kepadamu
Puisi 5
cinta….
entah, apakah kata itu berarti bagiku
akankah aku pernah merasakan keindahannya
kedahsyatannya, dan kelembutannya
rasanya mustahil…
sesuatu yang tak kan pernah terlintas dalam setiap langkah hidupku
namun, ternyata waktu berkata lain
sentuhan kata-katamu mampu menggapai relung jiwaku
untaian kalimatmu mampu membuatku berpaling
sesaat menikmati keindahan rasa itu
aku tak ingin berpaling lagi
selamanya ingin kuberlindung di dalam kehangatan auramu
cinta…
sesuatu yang tak kan pernah kubayangkan
mampu mengusik kesunyianku
Puisi 6
mentari
menyengat rerumputan
batu kering
api
membakar dada
menengadah
jemari mengusap
kehangatan
dikau memberi
isyarat
melambai gerak
api membakar
meliuk ganas
tanganmu
membasuh api
jemarimu menyapu
muka
aku terpana
“aku pemuja api,”
ujarmu lirih
padang terikpun
terentang
panjang
tak bertepi
Puisi 7
Meski Denting Tirai Kehidupan Tak Lagi Menyapa
Yakinlah Qu Akan Mengisi Lembaran Hidup Mu
Tak Usah Kau Hiraukan Mereka Yang Tak Mengerti Jalan Cinta Ini
Walau Jarak Tak Pernah Lelah Memisakan Kita
Qu Pastikan Cinta Qu Hanya Milik Mu..

Qu sadar Kahadiran Mu Antara Ada&Tiada
Hanya Lewat Mimpi Qu Bisa Melihat Wajah Mu
Sat Qu Berhayal Qu Mampu Membayangkan Mu
Sampai Kapan Qu Harus Ratapi Semua Ini

Kau Menyuruh Qu Melupakan Mu
Namun Bagai Mana Bisa…
Bila Dalam Desah Nafas Qu Masi Terukir Nama Mu
Di Dalam Hati Qu Terselip Cinta Mu
Apa cinta Ini Akan Membunuh qu…..

Bila Esok Hari Nanti Kau Datang Dalam Wujud Nyata
Akan Qu Benahi Puing-Ping cinta Yg Telah Rapuh
Biar Qu Benahi Serpihan Rindu Yg Tersisa….
Puisi 8
Melihat tawamu
Mendengar senandungmu
Bergetar hati bersamamu
Cinta, mohon berikan senyum indahmu
serta pandangan mata hangatmu
semua itu membuatku merasa bersyukur
Ingin hidup selamanya
Sebagai pelindungmu
Sudah sangat lama ku mencari kehidupan yg sempat meninggalkan ku
Sebuah kehidupan yang damai juga penuh dengan rasa cinta, sayang hingga ku tak dapat melihat wajah ku sendiri
Kini ku rasakan kehidupan itu ada di depan ku, sangat dekat hingga ku dapat mencium aromanya
Akan tetapi biarpun aromanya sangat menyengat di penciuman ku, belum bisa ku tuk menyentuhnya
Hari demi hari ku berjalan tuk sampai di kehidupan itu, dengan rasa ingin memilikinya ku terus berjalan mencari dan mencari
Akan tetapi kemana pun ku berjalan aroma itu masih tetap di dekatku belum bisa ku tuk menggapainya.
Seakan-akan ku terombang-ambing diantara kehidupan dan kematianku sendiri
Puisi 9
Perpisahan ... perpisahan
Karna semua tak mungkin
hatiku tersiksa
Kau pun begitu

Angin apa aja .. titip rinduku untuknya ya
Saat ini kami tak dapat bersama
Karna berbeda cerita

sayangku...
Jaga diri baik-baik,
smoga kau temukan yang terbaik

Dari jauh ku berdoa
Kamu baik- baik saja

senandung rinduku
rintihan kalbuku yang rapuh tanpamu..
tentangmu
Puisi 10
Saat, keinginan berlayar tak tertahan
Kubawa hati mengarungi samudera nan terbungkus awan
Indah, seindah rasa menyelimuti harapan
Tentang asa, cita-cita dan masa depan
Kupenuhi perahu dengan segumpal CINTA
Kugantungi secercah cahaya sebagai penyerta
Kuhiasi dinding-dindingya dengan rindu yang sejuta
Kukayuh sesekali dengan cemburu dan air mata
Dan….
Ketika perahu terlalu sarat akan beban
Ketika terbentuk hasrat memiliki perahu tambahan
Ketika aku tak sanggup mengayuh sendirian
Aku tergulung ombak demikian kencang
Terguncang keras menerpa bebatuan karang
Meninggalkan cerita tentang harapan, terbuang
Mengikis gumpalan CINTA yang terlanjur memberi terang
Aku tenggelam
Perahuku karam
Puisi 11
Penantian Tiada Arti
matahari menyinari kamar ini
ku dengar kokok ayam menyambut pagi
setiap hari selalu begini
menanti dan menanti lagi
ku matikan televisi ku
ku benahi ranjang kecil ku
ku tata ruang kamar ku
ku buang sampah makanan ku
ku pergi ke kamar mandi
membersihkan diri ini
juga menggosok gigi
tak lupa ku makan pagi
menanti kehadiranmu ke sini
mungkin kah itu hanya mimpi
atau hanya harapan yg dingin
yg tak kan pernah ku miliki
telpon dari mu cukup membuat ku tersenyum
tersenyum kagum melihat kau peduli thd ku
walau sedetik aku mendengarkan suaramu
cukup untuk senyum 1 menit ku
ku hanya berharap
semoga kau sehat-sehat saja
krn ku membutuhkan perhatian mu
krn ku sayang kepada mu

I LOVE YOU


Aku Masih sayang
Kau mengerti apa yang kipikirkan saat ini ..
Aku memikirkan kamu ..
Hidupku hampa dan sedih tanpa kehadiratmu sayang ..
Cintamu membuat hidupku berwarna..
Cintamu pun mengajarkanku tau arti sebuah kesetiaan ..
Cintaku padamu seperti air yang selalu mengalir tanpa henti ..
seperti hari ini , aku masih sayang ke padamu sayang ..
Walaupun kau telah tak berada di bagian dari hidupku ..
Tetapi ku ingin dirimu kembali menjadi Cintaku yang dulu..
Aku butuh kamu saat aku kesulitan sayang ..
Aku memikirkanmu saat kau tak ada di sisiku ..
Aku memimpikanmu karna ku masih sangat menyayangi dan membutuhkanmu sayang

Kumpulan Pantun Cinta yang pertama :
jalan-jalan ke kota paris
banyak rumah berbaris-baris
biar mati diujung keris
asal dapat dinda yang manis…

ke cimanggis membeli kopiah
kopiah indah kan kau dapati
begitu banyak gadis yang singgah
hanya dinda yang memikat hati

jika aku seorang pemburu
anak rusa kan kudapati
jika dinda merasa cemburu
tanda cinta masih sejati

darimana datangnya lintah
dari sawah turun ke kali
darimana datangnya cinta
dari mata turun ke hati


Kumpulan pantun cinta sangat romantis :
kembang gula di perigi
untuk aku minum jamu
kemana pun kamu pergi
aku slalu rindu kamu

meski hanya buah jambu
tapi ini bisa diramu
meskipun jarang ketemu
cintaku hanya untukmu

wahai serulig buluh perindu
suaranya memikatku
wahai gadis pujaanku
aku sangat cinta kamu

meski aku sudah kenyang
tetap harus minum jamu
perempuan yang ku sayang
bolehkah aku bertamu



Jemur baju di Klender,
Jalan kaki sampe semaput,
Gw tahu loe gak bisa tdr,
Mikirin gw yang imut selangit..,

Pulangnya naik delman,
Sampe di rmh langsung nangis.
Makanya gw mw ngucapin,
Met bobo manis.. ;-)

Dari mana datangnya linta,,
dari tanah turun ke kali,,
dari mana datangnya cinta,,
dari mata terus ke hati,,
l
Disini gerimis
Disana hujan turun
Ini tuh romantis
Ataukah ini mesum
Ada buah manggis
Ada juga buah anggur
Awalnya romantis
Pas tekdung malah kabur
jalan-jalan k parangtritis
trus ketemu kaum nudis
ini adalah pantun romantis
khusus untuk kamu yang kudis

Puisi Dede Syamsul Ma'arif El-Bantany





Kalau sudah melihat Kata Bijak tadi langsung saja anda lihat puisi cinta berikut ini daripada anda terus penasaran bagaimana puisi yang akan disajikan. langsung saja anda lihat puisnya dibawah ini.

Moodness Of the Night....
Denting denting yang berbunyi
dari dinding kamarku
sadarkan diriku dari lamunan panjang
tak terasa malam kini semakin larut
ku masih terjaga
sayang kau di mana aku ingin bersama
aku butuh semua untuk tepiskan rindu
mungkinkah kau di sana merasa yang sama
seperti diriku di malam ini
rintik gerimis mengundang
kekasih di malam

Aku Adalah Puisi
biduk di langit masih kering tertawa
melihat aku yang tetap bercumbu dengan khayal
menari kata dalam balutan puisi
membingkaikan rasa dalam bait
puisi adalah aku
aku bercinta dengan kata
dan merangkai menjadi satu kenangan indah
dekapan kalimat panjang membuai mesra diriku
kutemukan ada detak lemah setia


Inginku Milikku Dirimu..
Terlalu lama ku pendam
Semua rasa ini padamu
Kini ku sudah tak tahan
Ku ingin kau tau semua..
Aku lebih dulu mencintaimu
Aku lebih dulu mengenalmu
Bukannya dia..
Cinta itu harus diungkapkan
Cinta itu harus memiliki
Tak kan kulepaskan dirimu
Memang tinggi egoku
Namun.. ingin ku miliki dirimu..
Demi cinta yang t`lah lama ku pendam
Demi mengganti semua pengorbanan
Yang t'lah ku lakukan untukmu
Kau harus jadi milikku..


Madah Cinta Satu Harapan
Wahai….sayang ku!
Adakah engkau mendengar suara ku ini?
Adakah engkau mendengar keluhan hati ku ini?
Adakah englau mendengar jeritan jiwaku ini...?
Sedangkan engkau jauh dari ku…
Jauh dirantauan orang…!
Wahai….manis ku!
Apa yang harus ku katakkan pada mu?
Ketika engkau tiada disisi ku
Seribu kerinduan telah membakar diri ku
Seribu penyesalan telah melanda diri ku
Seribu kenangan menyerang diri ku..!
Tanpa mu Siapalah aku..!
Wahai…sayang ku!
Tahukah engkau…
Betapa diriku ini
Sentiasa gelisah menanti kepulangan mu
Betapa diriku ini
Sentiasa terbayang senyuman manis mu
Betapa hatiku ini
Merasa kekosongan tanpa kehadiran mu
Betapa diriku ini
Merayu mengharap kepulangan mu!
Wahai ….sayang ku!
Maafkan daku…
Wahai…sayang ku!
Kembalilah kepada ku..!

Dialog
Jangan katakan bahwa cintaku
Sebentuk cincin atau gelang
Cintaku ialah pengepungan benteng lawan
Ialah orang-orang nekat dan pemberani
Sambil menyelidik mencari-cari, mereka menuju mati.

Jangan katakan bahwa cintaku
Ialah bulan,
Cintaku bunga api bersemburan.
('Ali Ahmad Sa'id-Anonis)

Nyanyian Sukma
Di dasar relung jiwaku Bergema nyanyian tanpa kata;
sebuah laguyang bernafas di dalam benih hatiku,
Yang tiada dicairkan oleh tinta di atas lembar kulit ;
ia meneguk rasa kasihku dalam jubah yg nipis kainnya,
dan mengalirkan sayang, Namun bukan menyentuh bibirku.
Betapa dapat aku mendesahkannya?
Aku bimbang dia mungkin berbaur dengan kerajaan fana
Kepada siapa aku akan menyanyikannya?
Dia tersimpan dalam relung sukmaku
Kerna aku risau, dia akan terhempas
Di telinga pendengaran yang keras.
Pabila kutatap penglihatan batinku
Nampak di dalamnya bayangan dari bayangannya,
Dan pabila kusentuh hujung jemariku
Terasa getaran kehadirannya.
Perilaku tanganku saksi bisu kehadirannya,
Bagai danau tenang yang memantulkan cahaya bintang-bintang bergemerlapan.
Air mataku menandai sendu
Bagai titik-titik embun syahdu
Yang membongkarkan rahsia mawar layu.
Lagu itu digubah oleh renungan,
Dan dikumandangkan oleh kesunyian,
Dan disingkiri oleh kebisingan,Dan dilipat oleh kebenaran,
Dan diulang-ulang oleh mimpi dan bayangan,
Dan difahami oleh cinta,
Dan disembunyikan oleh kesedaran siang
Dan dinyanyikan oleh sukma malam.
Lagu itu lagu kasih-sayang,
Gerangan ‘Cain’ atau ‘Esau’ manakahYang mampu membawakannya berkumandang?
Nyanyian itu lebih semerbak wangi daripada melati:
Suara manakah yang dapat menangkapnya?
Kidung itu tersembunyi bagai rahsia perawan suci,
Getar nada mana yang mampu menggoyahnya?
Siapa berani menyatukan debur ombak samudra dengan kicau bening burung malam?
Siapa yang berani membandingkan deru alam, Dengan desah bayi yang nyenyak di buaian?
Siapa berani memecah sunyi
Dan lantang menuturkan bisikan sanubari
Yang hanya terungkap oleh hati?
Insan mana yang berani melagukan kidung suci Tuhan?
(Dari Kahlil Gibran – "Dam'ah Wa Ibtisamah" - Setetes Air Mata Seulas Senyuman)

Cinta yang Tak Pasti
mungkin aku terlalu bodoh untuk mengerti
mungkin aku tak sengaja jg menyakiti
andai aku tau isi hatimu
andai kesempatan itu datang lagi padaku

sekarang mustahil bagiku
bahkan menyentuh bayangmu, aku tak mampu
sekarang aku terpuruk dalam jurang sesalku
dan cinta ni jadi sesak dalam dadaku
aku tau cinta ini sudah tak laku

tapi biarkan cinta ini aku miliki
biarkan cinta ni menjadi bebanku
aku tak peduli
meski menghambat jalanku
aku tau mencintaimu adalah tak pasti
(Agus Eko Ariwibowo)

Cinta Itu Ikhlas
cinta bagaikan air laut yang mengisi sebagian isi bumi…
memberi banyak kehidupan..
membuat orang ingin tahu..
dan tiap orang pasti mengalami cinta..

cinta itu keikhlasan..
cinta itu kemauan..
cinta itu saling mengerti..
cinta itu indah jika kita bisa menempatkannya pada tempat terbaik dalam hati..jadikan cinta itu indah dihatimu..
karena cinta bisa seindah yang kau mau

“Edi aku mencintaimu”
Dalam segala kurang dan lebihmu
Dalam pintaku pada-NYA terselip namamu yang selalu kurindu

I Lup U